
Ginjal merupakan organ yang berperan penting bagi tubuh untuk membuang racun, air, dan mineral berlebih dalam tubuh. Ginjal perlu dirawat dengan baik agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan, seperti gagal ginjal hingga kanker ginjal.
Kanker ginjal adalah kondisi ketika sel-sel dalam ginjal tumbuh terlalu cepat, hingga menumpuk dan membentuk benjolan yang disebut tumor. Tumor yang berukuran kecil umumnya tidak menyebar, tetapi ketika tumor tumbuh besar dapat menyebar ke jaringan lain di sekitarnya.
Kanker ginjal biasanya hanya ditemukan pada satu ginjal, jarang terjadi sel kanker berkembang di kedua ginjal. Kanker ginjal dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang dewasa, dengan jenis karsinoma sel ginjal sebagai jenis kanker ginjal yang paling umum.
Kanker ginjal hingga saat ini belum ditemukan penyebab yang pasti. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terserang kanker ginjal, di antaranya :
Kanker ginjal biasanya tidak langsung memperlihatkan gejala saat awal penyebaran. Seiring berjalannya waktu, gejala kanker ginjal akan muncul bersamaan dengan sel kanker yang semakin berkembang. Berikut ini adalah gejala yang umum terjadi pada penderita kanker ginjal.
Kanker ginjal dapat diketahui dengan melakukan beberapa pengetesan untuk mendeteksi adanya sel kanker. Tes ini menentukan diagnosis yang diberikan sesuai. Berikut tahapan yang dilakukan untuk mendeteksi kanker ginjal.
Sebelum mendiagnosis kanker ginjal, dokter akan meminta untuk tes urin. Sampel urin akan dilakukan analisis untuk mendeteksi keberadaan darah dalam urin. Pada tes urin, jumlah darah yang terkandung dalam urin sekecil apapun akan terdeteksi, sehingga tingkat akurasi cukup tinggi.
Cara untuk mengetahui fungsi ginjal dan mendeteksi kelainan adalah dengan melakukan tes darah. Tujuan tes darah adalah untuk mengetahui fungsi ginjal dengan melihat peningkatan kadar kreatinin dan penurunan fungsi e-GFR. Selain itu, tes darah dapat mendeteksi jika kurang sel darah merah.
Pemeriksaan CT Scan dengan sinar-X merupakan cara untuk mendeteksi tumor, karena tumor memiliki kepadatan yang berbeda dengan jaringan yang sehat. CT Scan dapat menunjukkan secara teliti besaran tumor dan penyebarannya.
Pemeriksaan USG pada proses deteksi kanker dilakukan dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar yang ditampilkan pada layar monitor. USG digunakan untuk modal awal mendeteksi massa ginjal.
Pemeriksaan MRI menghasilkan gambar dalam tubuh dengan menggunakan gelombang radio, magnet, dan komputer. MRI tidak menggunakan bahan radioaktif, sehingga aman untuk menggambarkan jaringan lunak dalam tubuh. MRI menjadi alternatif dari CT Scan untuk mendeteksi gangguan ginjal.
Pemeriksaan biopsi dilakukan ketika foto radiologis dan pemeriksaan fisik menunjukkan sel kanker telah menyebar dan tidak dapat dioperasi. Proses ini dilakukan menggunakan jarum tipis yang dimasukkan ke dalam tumor untuk mengambil sampel. Hal ini bermanfaat untuk memastikan jenis sel kanker.
Kanker ginjal tidak datang begitu saja. Ada faktor yang memicu terjadinya kanker ginjal. Oleh karena itu, pencegahan dapat dilakukan sejak dini untuk mengurangi risiko kanker. Berikut di antaranya :
Gejala kanker ginjal sering kali dianggap sakit biasa, sehingga berisiko terlambat dalam mendapatkan diagnosis yang tepat. Mulai hari ini, waspadai tanda-tanda seperti darah dalam urin, nyeri punggung secara intens, dan penurunan berat badan drastis yang terjadi tanpa sebab.
Apabila mengalami gejala kanker ginjal, segera periksakan dan konsultasikan kepada dokter sebelum terlambat. Yuk, jaga kesehatan diri dan keluarga, serta selamatkan keluarga dari risiko kanker ginjal!