Sedang dalam proses...

Waspada Bahaya Hantavirus! Pahami 4 Cara Penularan dan Gejalanya

Belakangan ini, sedang ramai dibahas tentang hantavirus yang cukup mematikan dan sudah terjadi beberapa kasus di beberapa negara. Virus ini perlu diwaspadai meskipun wabahnya belum sepopuler flu burung atau Covid-19, karena Hantavirus menyebabkan gangguan kesehatan yang cukup serius pada sistem pernapasan.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah jenis virus yang penyebarannya melalui hewan pengerat seperti tikus. Virus ini ditemukan pada urin, air liur, dan kotoran tikus yang terinfeksi. Penularannya terjadi ketika kotoran terhirup manusia, dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan, hingga berisiko gagal ginjal.

Hantavirus bukan virus yang baru ditemukan. Virus ini telah lama terdeteksi, tetapi tidak teridentifikasi secara spesifik, karena gejala yang ditimbulkan sama dengan gejala penyakit yang umumnya dipengaruhi oleh faktor cuaca, dan menyerupai flu ringan.

Gejala Hantavirus

Hantavirus menimbulkan gejala yang tidak jauh berbeda dengan penyakit yang umum terjadi. Banyak orang yang tidak menyadari ketika terinfeksi hantavirus. Ditambah lagi, gejala hantavirus biasanya baru muncul setelah 1 - 8 minggu setelah terpapar virus. Berikut gejala hantavirus yang harus diwaspadai

Gejala Awal

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Menggigil
  • Tubuh terasa lemas
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Nyeri otot pada paha, pinggul, dan punggung

Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

Gejala Lanjutan

  • Batuk
  • Sesak napas
  • Napas cepat
  • Dada terasa berat
  • Penurunan tekanan darah

Penyakit yang Disebabkan Hantavirus

Hantavirus terbagi dalam dua jenis penyakit tergantung gejala yang dialami. Berikut di antaranya :

1. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

Penyakit ini menyerang pernapasan dan berkembang secara cepat hingga menyebabkan adanya penumpukan cairan pada paru-paru. Hal ini membuat penderitanya mengalami sesak napas berat.

2. Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)

Penyakit ini menyerang ginjal dan dapat menyebabkan gangguan pada pembuluh darah, hingga terjadi pendarahan. Dalam kondisi yang lebih parah, infeksi virus ini dapat menyebabkan gagal ginjal.

Cara Penularan Hantavirus

Hantavirus dapat menular melalui kotoran tikus yang terinfeksi. Berikut cara bagaimana seseorang dapat tertular hantavirus.

1. Menghirup Partikel yang Terkontaminasi

Penularan terjadi ketika urin, air liur, atau kotoran tikus telah mengering, dan bercampur dengan debu, kemudian terhirup oleh manusia. Cara ini lebih mudah dan paling umum terjadi karena jarang disadari oleh manusia.

2. Kontak Langsung dengan Kotoran Tikus

Penularan terjadi ketika ada kontak langsung dengan kotoran tikus, dengan cara menyentuh permukaan yang terkontaminasi, kemudian memegang mata, hidung, dan mulut.

3. Terkena Gigitan Tikus

Penularan terjadi ketika manusia terkena gigitan tikus yang terinfeksi, dan menular ke manusia. Cara ini yang paling jarang terjadi, tetapi memiliki dampak yang cukup berbahaya.

4. Mengonsumsi Makanan yang Terkontaminasi

Makanan ataupun minuman yang telah terkontaminasi oleh kotoran tikus dapat berpotensi menularkan hantavirus. Saat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi kotoran tikus, akan berpotensi tertular hantavirus.

Hantavirus mudah tertular melalui udara yang dapat berdampak bagi saluran pernapasan dan fungsi ginjal. Meski kasusnya terbilang jarang, hantavirus tetap tidak bisa dianggap sepele, karena dapat berkembang dengan cepat dan berbahaya bagi kesehatan.

Jangan anggap remeh keberadaan tikus di sekitar rumah, lingkungan sekitar, dan tempat kerja. Ciptakan lingkungan yang bersih untuk mencegah penyebaran hantavirus, dan membantu menjaga kesehatan tubuh. Yuk, mulai perhatikan kebersihan sekitar untuk hidup yang lebih sehat dan terhindar dari virus!

Kembali