Sedang dalam proses...

Rutin Minum Obat Tapi Mau Tetap Berpuasa? Begini 4 Cara Mengatur Jadwal Sesuai Dosis!

Selama berpuasa, terjadi perubahan pola makan dan minum. Jika biasanya bisa makan kapan saja, ketika puasa dibatasi hanya makan saat sahur sebelum subuh, dan buka puasa setelah maghrib. Perubahan pola makan, tentu mengubah jadwal minum obat bagi yang diharuskan mengonsumsi obat sesuai jadwal.

Aturan Minum Obat Saat Puasa

Orang yang mengidap penyakit tertentu dan perlu minum obat secara rutin, tetapi ingin tetap menjalankan puasa Ramadan, terdapat aturan untuk minum obat agar tidak membatalkan puasa. Perhatikan aturan berikut agar tetap lancar saat berpuasa, tanpa melewatkan jadwal minum obat sesuai dosis.

Dosis Obat 1 Kali Sehari

Obat yang harus diminum 1 kali dalam sehari, tidak memerlukan penyesuaian karena tidak ada perubahan yang signifikan, serta obat tetap bisa diminum saat sahur atau berbuka. Jadwal minum obat dapat disesuaikan dengan penyakit yang sedang diidap.

Dosis Obat 2 Kali Sehari

Tidak jauh berbeda dengan obat yang diminum 1 kali dalam sehari, ketika seseorang diharuskan meminum obat 2 kali sehari, maka tidak perlu melakukan penyesuaian. Obat dapat dikonsumsi 1 kali saat sahur, dan 1 kali saat berbuka puasa.

Dosis Obat 3 Kali Sehari

Saat tidak puasa, dosis obat 3 kali sehari dapat diminum pada pagi, siang, dan malam hari. Tetapi, ketika berpuasa, perlu ada penyesuaian rentang waktu obat yang dikonsumsi. Bisa lakukan dengan cara, minum 1 kali saat sahur, 1 kali saat buka puasa, dan 1 kali sebelum tidur.

Aturan minum obat 3 kali sehari dapat dikonsultasikan juga dengan dokter agar dosis obat yang didapatkan sesuai dan tetap dapat menjalankan ibadah puasa.

Dosis Obat 4 Kali Sehari

Pada riwayat penyakit tertentu, memerlukan konsumsi obat sebanyak 4 kali dalam sehari. Cara yang paling mudah untuk minum obat 4 kali sehari adalah 1 kali saat sahur, 1 kali saat buka puasa, 1 kali pada jam 11 malam, dan jam 1 dini hari.

Sebelum menjalankan puasa di tengah kewajiban minum obat secara rutin, ada baiknya melakukan konsultasi dokter agar mendapatkan saran terbaik untuk waktu minum obat di bulan puasa, sesuai dengan kondisi kesehatan dan sakit yang sedang dialami.

Kondisi yang mengharuskan rutin mengonsumsi obat, sebaiknya tetap dalam pengawasan dokter. Apabila salah mengatur jadwal minum obat, akan berisiko gula darah tidak terkendali, tekanan darah melonjak, gangguan irama jantung, hingga memicu penyakit lambung.

Pengobatan bukan pantangan untuk menjalankan ibadah puasa. Ketika kondisi tubuh memungkinkan, dan dapat mengatur jadwal minum obat dengan bijak, ibadah puasa akan semakin nyaman dilakukan, meski harus rutin minum obat setiap harinya. Yuk, konsultasikan waktu terbaik untuk minum obat di bulan puasa!

Kembali