Sedang dalam proses...

Benarkah Intermittent Fasting Efektif Turunkan Berat Badan? Begini Faktanya!

Intermittent fasting (IF) adalah salah satu pola makan yang sedang populer dalam beberapa tahun terakhir. Metode ini sering digunakan untuk menurunkan berat badan yang cukup efektif. Bukan hanya itu, intermittent fasting juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, dan metabolik.

Meski efektif dalam program penurunan berat badan, intermittent fasting tidak selalu cocok untuk setiap orang. Hal ini karena kondisi kesehatan, faktor usia, aktivitas sehari-hari dan kebutuhan nutrisi berpengaruh dalam menjalankan program ini.

Metode Intermittent Fasting

Intermittent Fasting adalah program yang dilakukan dengan cara mengatur waktu makan dan berpuasa. Fokus utama IF bukan pada jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi pada jendela waktu makan. Ada beberapa metode IF yang bisa dilakukan, sesuai kemampuan dan kebutuhan individu.

Metode 16:8

IF dengan metode ini dilakukan dengan berpuasa selama 16 jam, dan jendela waktu makan selama 8 jam. Umumnya makan dilakukan jam 12.00, dan berhenti makan pada jam 20.00. Apabila terbiasa sarapan, makan bisa dilakukan jam 10.00, dan berhenti pada jam 18.00.

Metode 5:2

IF dengan metode ini dilakukan dengan cara makan normal selama lima hari dalam seminggu. Kemudian batasi asupan kalori secara signifikan selama dua hari. Metode 5:2 dapat dilakukan jika sudah terbiasa IF untuk menambah variasi metode diet.

Eat Stop Eat

IF dengan metode ini dilakukan dengan cara berpuasa penuh selama 24 jam, sebanyak 1 atau 2 kali dalam seminggu. Kemudian makan normal pada hari lainnya. Metode ini terbilang cukup ekstrem, terlebih bagi orang yang memiliki riwayat penyakit lambung.

Alternate-Day Fasting

IF dengan metode ini dilakukan dengan berpuasa selang satu hari, atau mengurangi kalori secara drastis pada hari tertentu. Sama seperti Eat Stop Eat, intermittent ini terbilang cukup ekstrem jika tidak terbiasa mengurangi kalori dan berpuasa selama sehari penuh.

Manfaat Intermittent Fasting

Intermittent Fasting bukan hanya sebatas metode untuk mengontrol makan saja. Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan ketika membiasakan diri untuk menjalankan intermittent fasting. Berikut di antaranya :

1. Menurunkan Berat Badan

Intermittent Fasting mulai populer semenjak dijadikan sebagai metode untuk menurunkan berat badan yang sehat dan efektif. IF membuat tubuh terbiasa makan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, sehingga mengurangi kemungkinan makan terlalu banyak.

2. Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Tubuh dalam kondisi puasa, kadar insulin dalam tubuh akan menurun, sehingga tubuh akan lebih mudah menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi. Saat tubuh menggunakan insulin yang lebih efektif, dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2.

3. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Intermittent Fasting yang dilakukan secara rutin dan konsisten dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung. Hal ini karena IF dapat menurunkan tekanan darah, trigliserida, hingga kadar kolesterol jahat (LDL). Oleh karena itu, IF baik untuk orang yang memiliki tekanan darah dan kolesterol tinggi.

4. Membantu Mengontrol Nafsu Makan

Intermittent Fasting membantu mengontrol waktu makan berdasarkan jam makan yang telah ditentukan. Hal ini membuat nafsu makan akan lebih terkontrol karena ada waktu tertentu yang bisa digunakan untuk makan, sehingga akan mengurangi kebiasaan makan terlalu banyak.

5. Memicu Proses Perbaikan Sel

Ketika berpuasa, tubuh akan membersihkan komponen sel yang rusak atau disebut dengan autofagi. Proses ini berperan penting dalam memperbaiki jaringan sel, dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Siapa yang Tidak Disarankan untuk Intermittent Fasting?

Intermittent fasting yang mengharuskan orang berpuasa dalam jangka waktu tertentu, mungkin tidak cocok di semua orang. Selain itu, ada kelompok orang yang tidak disarankan untuk menjalani IF dengan alasan tertentu. Bagi orang-orang dengan kondisi khusus di bawah ini, tidak disarankan untuk melakukan IF.

1. Penderita Diabetes

Orang yang menderita diabetes, terutama yang sudah menggunakan obat penurun gula darah serta insulin tidak cocok dengan metode intermittent fasting. Hal ini karena puasa dapat meningkatkan risiko hipoglikemia atau gula darah yang terlalu rendah.

2. Ibu Hamil dan Menyusui

Orang yang sedang hamil dan menyusui membutuhkan asupan energi serta nutrisi yang cukup untuk mendukung kesehatan ibu, dan menjaga perkembangan bayi. Pembatasan waktu makan yang terlalu ketat akan mengganggu pemenuhan nutrisi pada ibu hamil dan menyusui.

3. Anak-anak dan Remaja

Anak yang masih dalam masa pertumbuhan tidak disarankan untuk menjalani metode intermittent fasting, karena adanya pembatasan waktu makan yang dapat menyebabkan nutrisi tubuh kurang terpenuhi. Intermittent fasting bisa dilakukan apabila ada rekomendasi dari dokter.

4. Orang dengan Riwayat Gangguan Makan

Orang yang pernah mengalami gangguan makan, seperti anoreksia, bulimia, dan gangguan makan lainnya tidak disarankan untuk menjalani intermittent fasting. Jika tetap dipaksa menerapkan pola IF, maka akan berisiko kambuh gangguan makan.

5. Orang dengan Berat Badan Rendah

Intermittent fasting umumnya diterapkan oleh orang dengan berat badan berlebih, dan ingin menjalani program menurunkan berat badan. Bagi orang yang memiliki berat badan rendah, tidak disarankan melakukan puasa berkepanjangan tanpa pengawasan dokter.

6. Pekerja dengan Aktivitas Fisik Berat

Orang yang bekerja di lapangan, atlet, kuli bangunan, dan pekerjaan lain yang termasuk aktivitas fisik berat tidak disarankan untuk menjalani intermittent fasting. Hal ini karena asupan energi yang tidak tercukupi akan menurunkan performa dalam melakukan pekerjaan.

Intermittent fasting memang menjadi pola makan yang efektif untuk membantu menurunkan berat badan. Metode ini tetap aman selama tetap mengonsumsi makanan sehat, dan nutrisi tubuh terpenuhi secara maksimal. Ingin mencoba IF? Yuk, coba lakukan metode 16:8 yang aman untuk adaptasi tubuh!

Kembali